17 April - Happy birthday for me :)
Aku takut ketika bertambah usiaku maka bertambah pula usia ayah dan ibuku dan kado berharga dalam hidupku adalah kedua orangtuaku yang masih lengkap. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara, suka dan duka aku jalani menjadi anak bungsu. Aku bersyukur di tahun ini aku masih bisa menghabiskan waktu bersama orangtua setiap hari tanpa adanya perantara beda halnya dengan kedua kakakku yang ingin ngobrol saja harus meluangkan waktu ditengah kesibukannya itu pun hanya beberapa menit via telefon. Miris memang ketika jauh dengan orangtua walaupun sudah takdirnya kita tak selamanya hidup bersama orangtua. Aku kasihan sama ayah ibuku yang udah pensiun tapi masih punya tanggungan untuk biaya sekolah, ayah ibu doakan aku sukses hanya doa kalian yang mampu memudahkan langkahku di masa depan. Aku ingin membahagiakan kalian, walaupun itu belum bisa membalas jasa kalian selama ini setidaknya aku bisa membuat senyum bahagia di wajah kalian.
Ayah ibu, kalian mengajarkanku untuk tetap tegar dalam menghadapi cobaan. Jika kalian selalu melihatku tersenyum, ceria dan terlihat baik-baik saja jujur itu adalah kebohongan yang aku sengaja untuk menutupi semua masalah yang aku hadapi. Aku rapuh, aku berusaha bangkit saat aku berada di titik yang membuatku jatuh. Aku harus menata kembali hidupku dari awal dan membuat benteng pertahanan agar aku tetap bertahan. Diluar sana banyak orang yang merendahkanku, menghinaku tapi aku nggak peduli biarkan mereka menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya karena roda terus berputar nggak selamanya berada diatas dan nggak selamanya juga berada dibawah sama halnya dengan waktu yang terus berjalan maju bukan berjalan mundur dan bertahan adalah satu-satunya cara untuk membuatku tetap kuat. Yakin dan percaya karena semuanya akan indah pada waktunya. Ini hidupku, ini pilihanku dan ini jalanku.
Apa yang bisa membuatku tertawa? Karena ada hal yang aku anggap lucu. Jika hal tersebut diulangi lagi apakah aku masih bisa tertawa? Kemungkinan masih. Jika hal tersebut terulang lagi untuk ketiga, keempat dan seterusnya apakah aku masih bisa tertawa. Tidak. Lalu kenapa aku bisa menangisi hal yang sama? Masa lalu, ya aku sempat pesimis untuk manatap masa depan. Namun masa lalulah yang memberikanku pengalaman, sebuah pengalaman untuk belajar jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Aku bukan seorang wanita yang sempurna namun aku berusaha untuk memperbaiki diriku. Kepada masa depan aku harap kamu adalah penyembuhku.